Hiduplah seperti pohon yang tumbuh subur~

Tampilkan postingan dengan label Save Our's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Save Our's. Tampilkan semua postingan

Kamis, Juni 06, 2013

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora)


CITES atau Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (konvensi perdagangan internasional untuk spesies-spesies flora dan satwa liar) adalah suatu pakta perjanjian internasional yang berlaku sejak tahun 1975.

Fokus utama CITES adalah memberikan perlindungan pada spesies tumbuhan dan satwa liar terhadap perdagangan internasional yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku, yang mungkin akan membahayakan kelestarian tumbuhan dan satwa liar tersebut.

CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) berkantor pusat di Jenewa, Swiss. Keanggotaan CITES bersifat sukarela. Negara-negara anggota CITES disebut para pihak (parties) setelah melakukan ratifikasi, menerima, atau menyetujui konvensi. Saat ini sebanyak 175 negara di seluruh dunia telah menjadi para pihak (parties) CITES.

Sejak 1978 Indonesia telah menjadi parties CITES dan meratifikasi konvensi tersebut dengan Keputusan Pemerintah No. 43 Tahun 1978. Yang berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 1999 diwakili oleh Kementerian Kehutanan sebagai otoritas pengelola CITES di Indonesia dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai otoritas keilmuan CITES.



sumber :
cites.org
alamendah.org
Read More

Rabu, Juli 04, 2012

Bayi Badak Andatu, Setelah 124 Tahun


Bayi badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) bernama Andatu telah lahir pada Sabtu (23/6/2012) pukul 00.45. Andatu merupakan hasil perkawinan badak jantan dari Kebun Binatang Cincinnati Andalas dan badak betina Ratu dari Taman Nasional Way Kambas.

ANDATU

Kelahiran Andatu sangat dinanti banyak pihak. Bayangkan, sejak penangkaran badak pertama kali, 124 tahun silam di India. Tak heran, begitu Ratu hamil lagi (dua kehamilan sebelumnya keguguran), tim dokter dari Indonesia, Australia, AS, dan Badan Konservasi Dunia (IUCN) mencurahkan perhatian khusus.

Pasca kelahiran Andatu, para keeper terus berjaga melindungi Andatu dan ibunya, Ratu. Pasalnya, di sekitar habitat badak Sumatera di Way Kambas, terdapat juga ular, harimau, dan hewan lain yang mungkin memangsa.

RATU, IBU DARI ANDATU
Andatu Sedang Berkeliaran di Penangkaran

Nama Andatu singkatan dari anugerah datang dari Tuhan. Bisa juga singkatan dari Andalas dan Ratu, kedua orang tuanya. Andatu merupakan kombinasi nama antara Andalas, badak jantan Sumatera kelahiran Cincinnati, Amerika dan Ratu, badak betina asli hutan Way Kambas, Lampung. Andatu sudah mulai menyusu dengan lancar.Kelahiran ini sekaligus menambah populasi badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) yang jumlahnya kini diperkirakan kurang dari 200 ekor di Indonesia dan Malaysia. Jumlah mereka terus menurun hingga 50 persen selama 20 tahun terakhir, terutama disebabkan perburuan liar dan perambahan hutan yang menjadi tempat hidup badak.
Kelahiran badak ini juga menjadi tonggak keberhasilan pelestarian badak sumatera sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap upaya konservasi badak di Tanah Air kita. 

Andatu kini dalam kondisi sehat dan diharapkan bisa dilihat kalangan lebih luas sekitar 2 minggu lagi, walau tak secara masif. Sementara itu, Andalas rencananya akan dikawinkan lagi dengan badak sumatera betina lain bernama Rosa dari Bukit Barisan Selatan, dan Bina dari Way Kambas.


Read More

Sabtu, November 26, 2011

Kamis, November 17, 2011

About me

BIOTA SUMUT

About